diposkan pada : 25-08-2020 18:56:35

ASAL USUL KAMBING ETAWA

 

Kambing merupakan hewan ruminansiayang sudah di domestikasi sejak 7000 tahun lalu setelah anjing, kuda &domba.

Kambing berasal dari daerah Asia Barat dan Persia, dan mulai dibudidayakansejak tahhun 7000-8000 SM. Dalam perkembangannya kambing hasil domestikasi ini menyebar ke berbagai pelosok dan beradaptasi menghasilkan nilaifungsional berbeda -  beda yaitu ada yang cocok sebagai kambing pedaging,kambing penghasil susu, diambil bulunya maupun kambing penghasil susu sekaligusdaging.

Dari hasil adaptasi ini muncullah berbagai species dan karakter spesifik diberbagai daerah, hasilnya kambing Etawa dari Jamnapari India, kambing Apin daripegunungan Alpen di Swiss, kambing Saanen dari Swiss, kambing Anglo Nubian dariNubian timur laut Afrika, kambing Beetel dari Rawalpindi  dan Lahore,Pakistan serta di Punjab, India.

Namun demikian dari banyaknya jenis kambing yang ada di dunia kambing Etawadari India adalah yang paling terkenal, hal ini disebabkan karena kambing Etawamerupakan kambing unggul dwiguna yang sangat potensial sebagai penghasil dagingdan susu.

Kambing Etawa, masuk ke Indonesia pertama kali di bawa oleh orang Belandapada tahun 1920-an, orang Belanda tersebut membawa banyak kambing Etawa pertamakali ke Pulau Jawa, tepatnya di Jogyakarta. Kambing ini lebih terkenal sebagaikambing perah / penghasil susu, dimana saat itu kambing ini di sebut dengankambing Benggala / kambing Jamnapari sesuai dengan asalnya di India.

Selanjutnya kambing Etawa ini dikembangbiakkan di daerah perbukitan Menorehsebelah barat Jogyakarta dan di Kaligesing, Purworejo. Seiring denganperjalanan waktu terjadilah perkawinan silang antara kambing Etawa dengankambing lokal, ( seperti kambing Jawarandu atau kambing Kacang,) dan ternyataketurunan yang dihasilkan lebih bagus daripada kambing lokal.

Keturunan hasil persilangan kambing Etawa dengan kambing Jawarandu ataukambing Kacang oleh masyarakat disebut keturunan Etawa atau Peranakan Etawa.Terkenal dengan sebutan  kambing Peranakan Etawa atau kambing  PE.

Daerah Kaligesing di Purworejo, Jawa Tengah hingga saat ini merupakan daerahsentra utama peternakan kambing PE, karena daerah ini berhawa dingin danmemiliki potensi hijauan melimpah sehingga sangat cocok untuk kambing PE, jikamembicarakan kambing PE, sebagian besar masyarakat langsung teringat daerahini, sehingga tidak salah jika kambing PE menjadi trademark daerahKaligesing.

Sebagai kambing unggul dwiguna yang potensial kambing Etawa menyebar dibeberapa negara dan banyak digunakan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal,dengan cara mengawinkan kambing Etawa dengan kambing lokal seperti yang ada diKaligesing. Namun hingga tahun 2008, populasi kambing PE terbesar tetap beradadi Indonesia.

Sentra pengembangan kambing PE selain di Kaligesing, adalah di Jogyakarta(Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo) di Jawa Timur (Tulungagung , Blitar,dan Malang), di Jawa Tengah (Pati, Banyumas,  Banjarnegara, Kebumen,Wonosobo dan Jepara) di Jawa Barat (Bogor, Bandung dan Sukabumi) sertaPalembang dan Lampung.

Namun demikian sentra kambing PE terbesar selain Kaligesing adalah Bantul dan Sleman. Kedua sentra ini merupakan penghasil susu kambing yang cukup besar,sekaligus tujuan para peternak dan calon peternak untuk mendapatkan bibitKambing PE.

Berbagai penyebab menyerbarnya kambing PE  ke berbagai daerah adalahkebutuhan masyarakat terhadap susu kambing untuk pengobatan, digunakan sebagaipejantan untuk memperbaiki kualitas kambing lokal pedaging, dan sebagai kambinghias atau kontes yang memiliki nilai jual tinggi.